1 WINDU MENWA UNIDA SEMOGA TETAP ISTIQOMAH SEBAGAIMANA SEJARAH AWAL BERDIRINYA
1 WINDU MENWA UNIDA SEMOGA TETAP ISTIQOMAH
SEBAGAIMANA SEJARAH AWAL BERDIRINYA
Pada tahun 2021 ini Resimen Mahasiswa Universitas Darussalam Gontor
telah berusia 8 tahun. 8 Tahun merupakan usia yang masih cukup muda bagi sebuah
organisasi yang memiliki visi misi yang besar. Telah memasuki usia 8 tahun
merupakan awal perjalanan yang patut disyukuri dengan miladnya yang ke 1 Windu
semoga kelak dapat menjadi sebuah organisasi yang lebih baik setiap detik,
menit, jam, hari, pekan, bulan, dan tahunnya. Resimen Mahasiswa UNIDA perlu
dipahami bahwa ia lahir dari sebuah masalah, berdiri karena sebuah kegelisahan,
ada karena sebuah tuntutan dan kewajiban sebagai Mahasiswa yang merupakan
santri didalam kampus yang memilki system pesantren.
Bermula dari kegelisahan seorang Dosen pendidikan Kewarganegaraan
yang juga alumni S1 UNIDA kampus pusat Siman tahun 2008. Dahulu mahasiswa Siman
selalu dipandang miring oleh kampus cabang unida lainnya, terkenal tidak rapi,
rambut berpotongan tidak jelas, suka keluyuran dan lain sebagainya. sehingga
berangkat dari kegelisahan itu, setiap hari berfikir bagaimana caranya mengubah
sangkaan tersebut. Dan jawaban itu Allah berikan disaat Al Ustadz Andi
Triyawan, MA telah menyelesaikan studi S2 di UGM kemudian diberi Amanah oleh
Prof DR. KH Amal Fathullah Zarkasyi untuk mengikuti Pelatihan Dosen Pendidikan
Kewarganegaraan di Surabaya. Disela-sela jamuan makan pada acara pelatihan
tersebut datang juga Menwa dari UPN Veteran Surabaya. Melihat postur tubuh dan
kepribadian anggota Menwa tersebut, beliau terkesan. Jika MENWA ada di UNIDA
maka akan ada banyak Mahasiswa kampus Siman yang mempunyai kepribadian dan etos
kerja yang bagus bahkan lebih hebat daripada MENWA-MENWA yang ada dikampus luar
hari ini.
Maka selanjutnya dimulailah dengan pengiriman 5 anggota MENWA
pertama (DIDIN WAHYUDIN, RAHMAD AGUNG, TANUJ, GIYAS dan ismail) yang mengikuti
DIKSAR MENWA MAHASURYA 2013 DI MALANG. Pengiriman tersebut hampir saja tidak
berhasil karena sudah satu bulan mengurus perlengkapan, namun belum juga kelar,
3 hari sebelum penutupan 2 orang melapor terkait belum selesainya melengkapi
persyaratan yang harus dipenuhi. Namun saat itu Al Ustadz Andi Triyawan, MA
memotifasi dengan nasehat dan doa agar jangan berputus asa, karena masih ada 3
hari. Alhamdulillah dengan izin Allah SKCK yang semula tidak kunjung selesai,
ternyata dengan 3 hari itu semua selesai. Tapi rintangan dan halangan tidak
berhenti sampai disini saja. Untuk mengikuti pendidikan ini juga dibutuhkan
perlengkapan yang tidak murah, seperti sepatu, kopel, ransel, baju menwa dan
juga uang pendaftaran. Alhamdulillah ada bantuan dari UNIDA terkait uang
pendaftaran, dan terkait perlengkapan dipinjami oleh MENWA IKIP MADIUN. Setelah
selesai Pendidikan mereka berusaha membentuk organisasi MENWA dikampus UNIDA
dengan bimbingan dari Al Ustadz Andi Triyawan, MA. Semoga MENWA UNIDA menjadi
Organisasi Mahasiswa yang bermutu dan berarti serta berjiwa pesantren.[1]
-MENJADI
PEJUANG YANG PEMIKIR DAN PEMIKIR YANG PEJUANG.
- SIAP DIPIMPIN
DAN SIAP MEMIMPIN
-DIATAS HANYA
ALLAH DIBAWAH HANYA TANAH
-NURIDU AKMAL
WA ASYMAL WALA NURIDU ASHAL.
Singkatnya demikianlah gambaran perjuangan didalam awal awal merintis didalam memperjuangkan berdirinya Resimen Mahasiswa di Universitas Darussalam. Sebagai generasi perintis melakukan kerja sama, kolaborasi, kordinasi, meminta bantuan bahkan belajar kepada organisasi lain yang telah dahulu berdiri dan hidip merupakan suatu yang wajib dilakukan untuk agar cita cita berdirinya dapat sesegera mungkin diwujudkan. Usaha dalam mewujudkannya tidak sepenuhnya dapat diungkapkan dengan kata kata. Tetapi setidaknya sebagai generasi selanjutnya yang akan melanjutkan organisasi ini kedepannya dapat memahami mengenai sejarah akan perjuangan pendirinya supaya tidak mudah mudah melakukan sesuatu yang dapat mencemarkan apalagi merusak nama organisasi tercinta. Mari, bersama tumbuhkan rasa cinta terhadap Organisasi Resimen Mahasiswa UNIDA ini sebagaimana cinta kita kepada hal hal yang kita cintai. Sehingga, melakukan sesuatu, berbuat sesuatu atas dasar apa yang dicintai oleh Organisasi dan sebisa mungkin menghindari berbuat melakukan sesuatu yang membuat Organisasi ini benci dan tidak disukai. Untuk mencapainya tentu bukan sesuatu yang mudah karena harus mengorbankan ego individu untuk kemaslahatan bersama. BHIRAWA


Komentar
Posting Komentar