Mengukur Keberhasilan Ekonomi Pembangunan

(Rumusan,Identifikasi,Indikator)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Pembangunan ekonomi bukanlah sebuah topic yang baru dalam ekonomi, karena studi tentang pembangunan ekonomi telah menarik perhatian para ekonom sejak zaman merkatilis,Klasik, sampai Marx dan Keynes.[1] Pembangunan ekonomi merupakan suatu konsep yang sangat luas dan inklusif. Tujuan utama dengan adanya pembangunan ekonomi adalah dapat memberikan wajah baru bagi negara dengan peningkatan kesejahteraan rakyat,kemiskinan serta pengangguran. Oleh sebab itu pembangunan ekonomi diharapkan dapat menjawab semua permasalahan yang berkenaan dengan kesejahteraan rakyat, kemiskinan dan pengangguran. Untuk mengetahui seberapa sukses kah pembangunan disuatu negara maka diperlukan indikator-indikator pengukur kesuksesan pembangunan ekonomi. Indikator itu digunakan untuk mengukur derajat pembangunan yang sedang dilakukan negara.[2]

Jika berbicara ukuran keberhasilan pembangunan bagi kita masyarakat awam memiliki  pandangan yang beragam.  Hal ini karena selain pengetahuan yang mereka berbeda,  kepentingan mereka berbeda pula. Untuk itulah maka setiap warga Negara perlu memiliki persepsi yang sama indicator keberhasilan pembanguna, sehingga keberhasilan pembangunan tersebut bisa difahami dari sudut pandang yang sama. Untuk mengukur sejauh mana kemajuan pembangunan dicapai diperlukan ukuran (indicator). Indicator danvariable pembangunan bisa berbda-beda untuk setiap Negara.

Di Negara-negara yang masih miskin, ukuran kemajuan dan pembangunan mungkin masih sekitar kebutuhan-kebutuhan dasar seperti listrik masuk desa, layanan kesehatan pedesaan, dan harga makanan pokok yang rendah. Sebaliknya, di Negara-negsara yang telah dapat memenuhi kebutuhan tersebut, indicator pembangunan akan bergeser kepada factor-faktor   sekunder dan tersier (Tikson, 2005).

Lembaga-lembaga internasional menggunakan Indicator ekonomi antara lain pendapatan perkapita (GNP atau PDB), struktur perekonomin, urbanisasi, dan jumlah tabungan. Disamping itu terdapat pula dua indicator lainnya yang menunjukkan kemajuan pembangunan sosial ekonomi suatu bangsa atau daerah yaitu Indeks Kualitas Hidup (IKH atau PQLI) dan Indeks Pembangunan Manusia (HDI). Berikut ini, akan disajikan ringkasan Deddy T. Tikson (2005) terhadap kelima indicator tersebut.[3]







1.2.Rumusan Masalah



1.2.1.      Apa itu rumusan keberhasilan Ekonomi Pembangunan?Jelaskan!

1.2.2.      Bagaimana Prinsip Keberhasilan Ekonomi Pembangunan?Identifikasi!

1.2.3.      Apa saja indikator dan konsep Ekonomi Pembangunan?Tentukan!



1.3. Manfaat Penulisan

1.3.1.      Kita bisa tahu rumusan tentang keberhasilan Ekonomi Pembangunan

1.3.2.      Kita bisa memahami prinsip keberhasilan ekonomi pembangunan

1.3.3.      Kita bisa mengetahui indikator dan konsep ekonomi pembangunan































































BAB II

ISI

2.1 Pengertian Ekonomi Pembangunan

Ekonomi pembangunan adalah cabang ekonomi yang mempelajari aspek-aspek ekonomi dalam proses pembangunan di negara berkembang. Selain berfokus pada metode pembangunan ekonomi, pertumbuhan ekonomi, dan perubahan sosial, ekonomi pembangunan juga memperluas kesempatan bagi penduduk dengan mendukung perbaikan kondisi kesehatan, pendidikan, dan tempat kerja melalui sektor publik atau swasta.[4]

Ekonomi pembangunan mencakup perumusan teori dan metode yang menentukan kebijakan dan praktik dan dapat diterapkan di tingkat domestik maupun internasional.[5] Contohnya adalah restukturisasi insentif pasar atau penggunaan matematika dalam analisis proyek (misalnya optimisasi inter-temporal), atau perpaduan metode kuantitatif dan kualitatif.[6]



2.2. Rumusan Keberhasilan

Dalam melaksanakan pembangunan ekonomi tidak begitu saja dapat dilaksanakan, akan tetapi diperlukan beberapa syarat-syarat yang mendukung.Syarat utama dalam pembangunan adalah adanya Pemerintahan dan Rakyat. Pembangunan tergantung pada Pemerintah dan rakyat. Pembangunan tidak dapat berjalan apabila hanya salah satu yang menjalankan. Sehingga pembangunan pada dasarnya adalah dari rakyat untuk rakyat. Rakyat yang berdaulat, maka sudah sewajarnya rakyat pulalah yang menikmati hasil-hasil pembangunan.

Pembangunan yang hanya dijalankan oleh satu pihak atau dipaksakan, artinya tanpa melibatkan rakyat dalam arti sebenarnya bukanlah model pembangunan yang ideal. Pembanguan semacam ini dapat terjadi, namun dalam kondisi dimana sistem Pemerintahannya adalah diktator. Model pembangunan diktator hanya akan melahirkan penderitaan dan kesengnsaraan rakyatnya, oleh karena itu model pembangunan yang seimbang atau ideal adalah model pembangunan dengan melibatkan dan didukung penuh oleh rakyat.

Dukungan ini dalam bentuk partisipasi rakyat. Jika pembangunan hanya dilakukan oleh Pemerintah, yaitu mengandalkan sepenuhnya Pemerintah, maka dapat dipastikan pembangunan tidak akan mencapai sasaran yang diinginkan, oleh karena itu peran serta masyarakat menjadi sangat penting.Penduduk, masyarakat atau istilahnya sumberdaya manusia merupakan aset penting dalam pembangunan, mengingat penduduk sebagai suatu agent of development, sehingga tidaklah berlebihan bila dikatakan berhasil tidaknya pembanguan ditentukan oleh sikap penduduk selama proses pembangunan berlangsung.

Ada beberapa faktor yang sangat menentukan keberhasilan pembangunan, yaitu :[7]

2.2.1. Sumber Daya Alam[8]

Sumber daya alam yang dimiliki oleh suatu negara merupakan anugerah yang perlu disyukuri, sebab tidak semua negara memiliki kekayaan sumber daya alam yang melimpah dan lengkap. Sumberdaya alam seperti hutan dengan segala isinya, hasil pertambangan sudah sewajarnya digunakan untuk kepentingan dan kemakmuran masyarakatnya. Dalam konsep pembangunan yang berkelanjutan, sumberdaya alam yang memiliki nilai ekonomis tinggi hendaknya tidak dieksploitasi. Sebab keberadaannya perlu dipikrkan untuk generasi yang akan dating. Jangan sampai hasil hutan dijarah habis sehingga mengakibatkan hutan gundul dan pada gilirannya dapat menyebabkan banjir dan tanah longsor.

2.2.2. Akumulasi Modal

Modal atau kapital diperlukan dalam proses pembangunan.Modal diperlukan guna membiayai proyek-proyek yang dijalankan oleh pemerintah maupun swasta. Modal dibentuk melalui proses tabungan, investasi dan akumulasi modal. Modal dapat diperoleh dari dalam negri, yaitu melalui penghimpunan tabungan masyarakat maupun dari luar negri melalui bantuan luar negri atau hutang luar negri dan investasi asing.

2.2.3. Organisasi[9]

Organisasi atau kumpulan sekelompok masyarakat sebagai tempat untuk mengorganisir semua kebutuhan masyarakat. Sehingga melalui organisasi dapat tertampung aspirasi masyarakat yang berkembang terus. Melalui organisasi masalah-masalah pembangunan dapat dipecahkan secara bersama-sama dan lebih demokratis.

2.2.4. Kemajuan Teknologi[10]

Teknologi akan selalu mengalami perkembangan yang terus menerus.

Kemajuan di bidang teknologi akan membantu dalam proses pembangunan. Kemajuan di bidang teknologi hanya dimungkinkan oleh sumber daya manusia yang berkualitas. Oleh karena itu pengembangan sumber daya manusia menjadi hal yang penting. Investasi sumberdaya manusia bukanlah investasi jangka pendek tetapi merupkan invesatasi untuk jangka panjang, sehingga hasil yang diperoleh tidak dapat dilihat dalam sekejap.

Kemajuan suatu bangsa pada saat ini sangatlah ditentukan oleh kemajaun di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek). Negara-negara maju mempunyai perhatian yang sangat besar terhadap perkembangan teknologi. Hal ini memungkinkan karena di negara maju tersedia dana dan sumber daya manusia. Sebaliknya di negara sedang berkembang dana sangat terbatas dan sumber daya manusia yang dimiliki sangat terbatas.

2.2.5.Pembagian Kerja[11]

Sistem pembagian kerja yang dikemukan oleh Adam Smith pada hakekatnya adalah sebagai suatu spesialis  asi, dapat meningkatkan kerja atau produkstivitas. Pembagian kerja diperlukan untuk meningkat ketrampilan dan pada akhirnya meningkatkan pendapatan melalui produktitas yang tinggi. Produktivitas dapat dicapai melalui kerja keras, disiplin dan ulet. Akan tetapi itu semua belum menjamin pada tingkat pendapatan yang tinggi. Sebab profesi atau jenis pekerjaan sangat menentukan tingkat upah yang diterima.

2.2.6. Skala Produksi[12]

Pembangunan ekonomi pada hakekatnya adalah proses peningkatkan produksi yang dilakukan oleh masyarakat. Kemampuan untuk memproduksi baranga dan jasa sangat tergantung pada skala produksi yang dimiliki oleh suatu negara .

2.2.7. Faktor Sosial[13]

Kehidupan sosial, politik dan kebudayaan masyarakat di negara sedang berkembang tidak dapat dilepaskan daerah kehidupan sosial, politik dan kebudayaan masyarakat internasional, maka sistem sosial dalam negeri saling berhubungan sistem sosial internasional beserta dengan organisasi dan peraturan-peraturan pelaksanaan tentang ekonomi global. Aspek yang terpenting dari kondisi ini adalah munculnya fenomena dominasi dan dependensi atau ketergantungan di antara negara maju dengan negara-negara sedang berkembang.

2.2.8. Faktor Manusia[14]

Sumber daya manusia sebagai agent of development, pelaksanan dan penentu berhasil tidaknya pembangunan. Sumber daya manusia merupakan faktor produksi dalam proses pembangunan, sehingga bentuk dan sstem yang ada merupakan produk dari sumber daya manusia yang dimiliki. Sumber daya manusia yang handal merupakan aset dalam pembangunan. Permasalahan muncul apabila sumber daya manusia yang dimiliki sangat terbatas dengan kualitas yang sangat rendah. Di negara sedang berkembang pada umumnya sumber daya manusia yang dimiliki melimpah dengan kualiatas yang rendah. Dengan kondisi seperti ini jelas sangat menghambat proses pembangunan.

2.2.9. Faktor Politik dan Administrasi

Pengaruh kepentingan dan kekusaan pada masyarakat negara sedang berkembang mempunyai segmen yang berbeda-beda. Hal ini sangat tergantung pada sistem sosial, ekonomi dan sejarah politik yang dimiliki oleh masing-masing negara sedang berkembang. Pada dasarnya di negara sedang berkembang peran militer dalam negara sangat kuat. Di Amerika Latin, kekuasaan negara terdiri dari militer, industrialis dan pemilik tanah, sedang di Afrika para politikus dan kaum buruh yang berkuasa.



2.3.  Prinsip Keberhasilan[15]

Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) disusun dengan mempertimbangkan prinsip-prinsip dasar dan prasyarat keberhasilan pembangunan. Selanjutnya pada bab ini akan diuraikan juga tiga strategi utama yang merupakan pilar-pilar penting dari MP3EI 2011 – 2025.

2.3.1. Prinsip Dasar Keberhasilan Pembangunan Sebagai suatu dokumen dengan     terobosan baru, keberhasilan MP3EI sangat ditentukan oleh prinsip-prinsip dasar serta prasyarat keberhasilan pembangunan. Adapun prinsip-prinsip dasar percepatan dan perluasan pembangunan ekonomi menuju negara maju membutuhkan perubahan dalam cara pandang dan perilaku seluruh komponen bangsa, sebagai berikut:

1)      Perubahan harus terjadi untuk seluruh komponen bangsa;

2)      Perubahan pola pikir ( mindset) dimulai dari Pemerintah dengan birokrasinya; c. Perubahan membutuhkan semangat kerja keras dan keinginan untuk membangun kerjasama dalam kompetisi yang sehat;

3)      Produktivitas, inovasi, dan kreatifitas didorong oleh Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) menjadi salah satu pilar perubahan;

4)      Peningkatan jiwa kewirausahaan menjadi faktor utama pendorong perubahan;

5)      Dunia usaha berperan penting dalam pembangunan ekonomi;

6)      Kampanye untuk melaksanakan pembangunan dengan mempertimbangkan prinsip-prinsip pembangunan yang berkelanjutan;

7)      Kampanye untuk perubahan pola pikir untuk memperbaiki kesejahteraan dilakukan secara luas oleh seluruh komponen bangsa.



2.3.2. Prasyarat Kerberhasilan Pembangunan

2.3.2.1. Peran Pemerintah dan Dunia Usaha Dunia Usaha (Swasta, BUMN, dan BUMD) mempunyai peran utama dan penting dalam pembangunan ekonomi, terutama dalam peningkatan investasi dan penciptaan lapangan kerja, sementara Pemerintah bertanggung jawab menciptakan kondisi ekonomi makro yang kondusif untuk percepatan dan perluasan investasi. Oleh karena itu, kebijakan pembangunan harus didukung oleh komitmen dunia usaha maupun Pemerintah, berupa:

1) Dunia usaha (Swasta, BUMN, dan BUMD) meningkatkan investasi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja;

2) Dunia usaha melakukan inovasi untuk mengembangkan teknologi dan metode produksi dalam rangka memenangkan persaingan global;

3) Pemerintah memberikan kesempatan yang sama dan adil untuk seluruh dunia usaha;

4) Pemerintah didukung oleh birokrasi yang melayani kebutuhan dunia usaha;

5) Pemerintah menciptakan kondisi ekonomi makro, politik, hukum dan sosial yang kondusif untuk berusaha;

6) Pemerintah menyediakan perlindungan dan pelayanan dasar sosial.



2.3.2.2. Reformasi Kebijakan Keuangan Negara Kebijakan anggaran harus dimulai dengan menciptakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang credible dan berkelanjutan, serta diprioritaskan untuk akselerasi pertumbuhan demi menciptakan pembangunan yang merata dan berkelanjutan.

1) APBN diprioritaskan untuk pembangunan infrastruktur, perbaikan pelayanan dasar publik, dan perlindungan sosial untuk kelompok masyarakat miskin;

2) Pinjaman pemerintah digunakan untuk pembiayaan investasi dan bukan digunakan untuk belanja rutin. Tingkat pengembalian investasi pemerintah harus lebih tinggi dari biaya hutang;

3) Infrastuktur dibangun dengan peningkatan belanja Pemerintah dan/atau dunia usaha;

4) Subsidi dikembalikan sebagai instrumen perlindungan sosial dengan mengubah subsidi barang menjadi subsidi langsung ke orang miskin. Oleh sebab itu Nomor Indentitas Tunggal secara nasional harus segera diwujudkan;

5) Hasil pengelolaan SDA yang tidak terbarukan dibelanjakan untuk kepentingan lintas generasi, dan bukan sekedar sumber pendapatan yang habis dibelanjakan tahunan;

6) Hasil pengelolaan SDA yang terbarukan diinvestasikan untuk peningkatan mutu modal manusia dan teknologi;

7) Perluasan akses kepada pendidikan dan pelayanan kesehatan dasar;

8) Peningkatan kualitas pelayanan publik kepada masyarakat dan dunia usaha.



Pajak dan Bea Masuk adalah instrumen kebijakan ekonomi untuk mendukung percepatan dan perluasan pembangunan ekonomi nasional. Untuk itu diperlukan reformasi, dengan cara pandang dan pendekatan sistem perpajakan sebagai berikut:

1) Pajak dan Bea Masuk adalah instrumen kebijakan ekonomi. Tarif pajak dan Bea Masuk dapat disesuaikan dengan siklus ekonomi yang sedang dihadapi;

 2) Wajib Pajak diubah menjadi Pembayar Pajak;

3) Dilakukan koordinasi antar instansi terkait untuk memastikan seluruh warga negara yang mempunyai pendapatan di atas PTKP (Pendapatan Tidak Kena Pajak) membayar pajak dengan benar sesuai ketentuan peraturan perundangan yang berlaku;

4) Pajak dikenakan terhadap objek pajak di Indonesia dan bukan terhadap subjek pajak Indonesia (perubahan konsep dari Nasional menjadi Domestik atau dari konsep GNP menjadi GDP); 5) Pengenaan pajak diarahkan kepada konsumen akhir, menggantikan sistem pajak pertambahan nilai (PPN).

6) Seluruh aturan perpajakan dievaluasi agar hanya terdapat satu pengertian (hitam atau putih, boleh atau tidak, objek pajak atau bukan objek pajak);

7) Dalam rangka meningkatkan daya saing dan upaya untuk mengurangi penghindaran pajak, perlu dilakukan benchmarking penentuan besaran tarif pajak dengan negara-negara tetangga;

8) Penghindaran pengenaan pajak berganda;

9) Untuk menghindari terjadinya penghitungan ganda ( w i n d o w d r e s s i n g ), pembebasan atau keringanan pajak tidak dapat dianggap sebagai pajak yang ditanggung negara.



Hal lain terkait reformasi kebijakan keuangan negara adalah diperlukannya reformasi sistem pelaporan kekayaan negara yang meliputi penyusunan arus dana negara dan neraca, harta dan kewajiban, baik yang bersifat keuangan, sumber daya alam, tanah dan bangunan, maupun yang lain. Laporan kekayaan negara tersebut memungkinkan pemerintah melakukan pemberdayaan aset secara efektif dan efisien.



2.3.2.3. Reformasi Birokrasi Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia memerlukan dukungan birokrasi Pemerintah berupa reformasi yang berdasarkan prinsipprinsip sebagai berikut:

1) Menciptakan birokrasi yang efektif, dapat mengatur kehidupan masyarakat dan mendukung kebutuhan sektor usaha;

2) Birokrasi didukung oleh kelembagaan yang kuat dan efektif, menciptakan birokrasi dan administrasi yang rapi, lembaga legislatif yang bertanggung jawab, lembaga yudisial yang independen;

3) Menciptakan komitmen kepada penerapan good governance ; 4) Birokrasi dan struktur kelembagaan yang kuat dan efektif harus mampu menjadi saluran umpan balik bagi perencanaan ke depan.



2.3.2.4. Penciptaan Konektivitas Antar Wilayah di Indonesia Pemerintah menjadi motor penciptaan konektivitas antar wilayah yang diwujudkan dalam bentuk:

1)      Merealisasikan sistem yang terintegrasi antara logistik nasional, sistem transportasi nasional, pengembangan wilayah, dan sistem komunikasi dan informasi;

2)      Identifikasi simpul-simpul transportasi ( transportation hubs ) dan distribution centers untuk memfasilitasi kebutuhan logistik bagi komoditi utama dan penunjang;

3)      Penguatan konektivitas intra dan antar koridor dan konektivitas internasional ( global connectivity );

4)      Peningkatan jaringan komunikasi dan teknologi informasi untuk memfasilitasi seluruh aktifitas ekonomi, aktivitas pemerintahan, dan sektor pendidikan nasional.



2.3.2.1. Kebijakan Ketahanan Pangan, Air, dan Energi Ketahanan pangan merupakan prasyarat penting mendukung keberhasilan pembangunan Indonesia berdasarkan prinsip-prinsip sebagai berikut:

1)      Ketahanan pangan memperhatikan dimensi konsumsi dan produksi;

2)      Pangan tersedia secara mencukupi dan merata bagi seluruh rakyat Indonesia untuk memenuhi kebutuhan hidup yang sehat dan produktif;

3)      Upaya diversifikasi konsumsi pangan terjadi jika pendapatan masyarakat meningkat dan produk pangan dihargai sesuai dengan nilai ekonominya;

4)      Diversifikasi produksi pangan terutama tepung-tepungan, disesuaikan dengan potensi produksi pangan daerah;

5)      Pembangunan sentra produksi pangan baru berskala ekonomi luas di Luar Jawa;

6)      Peningkatan produktivitas melalui peningkatan kegiatan penelitan dan pengembangan khususnya untuk bibit maupun teknologi paska panen.



Kebijakan terkait penyediaan air bersih tidak terfokus pada pembangunan infrastruktur, namun juga harus memperhatikan beberapa prinsip sebagai berikut:

1) Pemerintah memastikan ketersediaan dan akses terhadap air bagi seluruh penduduk;

2) Penyediaan air bersih memperhatikan kelestarian lingkungan sumber air untuk menjaga keberlanjutannya;

3) Pengembangan hutan tanaman harus dilanjutkan guna memastikan peningkatan luas hutan untuk keberlanjutan ketersediaan air;

4) Kabupaten/Kota memiliki luasan hutan sebagai persentase tertentu dari luas wilayahnya.

5) Ketahanan energi didasarkan kepada manajemen resiko dari kebutuhan dan ketersediaan energi di Indonesia, yang meliputi:

6) Manajemen resiko tersebut melalui pengaturan komposisi energi (energy mix) yang mendukung pembangunan ekonomi Indonesia secara berkelanjutan;

7) Revisi peraturan perundang-undangan yang tidak mendukung iklim usaha, serta perbaikan konsistensi antar peraturan;

8) Pembatasan ekspor komoditas energi untuk pengolahan lebih lanjut di dalam negeri guna meningkatkan nilai tambah ekspor;

9) Tata kelola penambangan untuk meminimalkan kerusakan lingkungan.



2.3.2.6. Jaminan Sosial dan Penanggulangan Kemiskinan Negara bertanggungjawab melaksanakan sistem perlindungan sosial untuk melindungi masyarakat terhadap resiko pembangunan ekonomi, sehingga perlu menyediakan:

1)      Jaminan sosial berbentuk bantuan sosial untuk kelompok masyarakat miskin dan tidak mampu, dan juga berbentuk asuransi sosial yang bersifat menyeluruh (universal) bagi seluruh masyarakat;

2)      Bantuan sosial dapat dilaksanakan dalam bentuk subsidi maupun transfer tunai yang terarah kepada kelompok masyarakat miskin dan tidak mampu;

3)      Asuransi sosial yang sifatnya universal diselenggarakan dengan mengkombinasikan sumber daya di dunia usaha dan juga masyarakat.



Penanggulangan kemiskinan dilaksanakan secara berkelanjutan dengan berlandaskan penciptaan lapangan kerja seluas-luasnya. Sejalan dengan itu perlu adanya upaya:

1) Perbaikan produktivitas nasional melalui peningkatan pendidikan dan keterampilan yang sesuai kebutuhan pertumbuhan ekonomi;

2) Penciptaan lapangan kerja formal yang melindungi pekerja Indonesia serta dilaksanakan berbasiskan hubungan industrial yang setara antara pekerja dan pengusaha;

3) Perlindungan pekerja Indonesia, sebagai bagian dari perlindungan sosial, diberikan tidak hanya bagi pekerja formal namun juga pekerja informal;

4) Perbaikan regulasi ketenagakerjaan untuk mendukung dunia usaha.



Penanggulangan kemiskinan adalah upaya terkoordinasi antara pemerintah dan masyarakat yang mana masing-masing memiliki peran tersendiri, yaitu:

1) Peran masyarakat dan dunia usaha diarahkan dalam bentuk kemitraan dengan pemerintah daerah menyelesaikan masalah kemiskinan yang riil terjadi di suatu daerah;

2) Dunia usaha membantu penanggulangan kemiskinan dengan fokus pada daerah tertentu melalui pelaksanaan corporate social responsibility (CSR); 3) Pemerintah Pusat mengkoordinasikan kegiatan pemerintah, masyarakat dan daerah.

















BAB III

Analisis

3.1. Konsep Indikator Keberhasilan Ekonomi[16]

Negara yang maju adalah negara yang memperhatikan pembangunan ekonominya. Menyinggung pembangunan ekonomi, negara yang dalam kondisi baik pasti memiliki perkembangan pembangunan ekonomi yang baik pula. Pembangunan ekonomi bukan hanya merupakan hal yang berkaitan dengan maju atau berkembangnya suatu negara, namun dengan pembangunan ekonomi kita akan mengetahui bagaimana keadaan negara dengan sistem yang digunakan oleh pemerintah.

Pembangunan ekonomi sendiri berkaitan dengan rata tidaknya kesejahteraan masyarakat yang berada pada negara tersebut. Bukan itu saja dengan adanya pembangunan ekonomi diharapkan dapat menaikkan taraf kehidupan dalam suatu negara, diantaranya mulai dari pendapatan, pendidikan , teknologi, kesempatan kerja,  dan lain sebagainya. Dalam hal ini kita dapat mengetahui tingkat keberhasilan pembangunan ekonomi suatu negara dengan berkembangnya taraf hidup masyarakatnya dan berbagai hal yang disebutkan sebelumnya Dalam menentukan berhasil tidaknya suatu negara dalam pembangunan ekonomi maka kita memerlukan indicator.

Indikator diperlukan sebagai acuan kita dalam menilai. Menilai dalam hal ini adalah menilai seberapa jauh suatu negara mencapai indikator yang  telah ditetapkan. Indikator berfungsi sebagai penjelasan tentang pola, gejala, dan pengaruh yang sedang terjadi, berfungsi untuk menentukan hingga taraf mana negara dianggap berhasil, dimulai dari mengukur, menganalisis hingga mengevaluasi sebuah perencanaan sampai pelaksanaan agar terbentuk suatu kebijakan. Karena keberhasilan suatu negara dapat dilihat apabila suatu negara mencapai indicator atau tujuan yang telah dirumuskan sebelumnya.

Untuk menentukan indikator keberhasilan sebuah pembangunan, maka diperlukan ruang lingkup yang jelas. Indikator pembangunan ekonomi dapat dijabarkan dalam 11 poin sebagai berikut:

3.1.1. Urbanisai

Urbanisasi adalah perpindahan penduduk dari desa ke kota. Alasan urbanisasi sebagai salah satu indikator keberhasilan pembangunan ekonomi  adalah sesuatu yang sederhana dapat disimpulkan. Apabila di perkotaan banyak penduduk desa yang banyak melakukan urbanisasi menandakan bahwa di perkotaan, segala sesuatunya menjamin kesejahteraan dan kemakmuran, biasanya konsep ekonomi yang diterpakan adalah konsep ekonomi makro. Seperti banyaknya kesempatan kerja yang didukung dengan peralatan mesin-mesin canggih, dan kebutuhan akan pemesanan yang sangat banyak , menyebabkan perusahaan yang membutuhkan pekerja yang baru. Dengan banyaknya perusahaan yang membutuhkan pekerja maka semakin dapat menurunkan angaka pengangguran sehingga menurunkan pula tingkat kemiskinan.[17]



3.1.2. Pendapatan Per kapita[18]

Pendapatan per kapita berkaitan erat dengan pertumbuhan ekonomi. Dengan adanya pertumbuhan ekonomi, maka akan berpengaruh pula pada pembangunan ekonomi. Alasan pendapatan per kapita sebagai salah satu indikator keberhasilan pembangunan ekonomi adalah pendapatan per kapita yang semakin naik disebabkan oleh stabilitas perekonomian yang bagus pula. Berarti itu menandakan kesejahteraan masyarakat terjamin. Apabila dikaitkan dengan urbanisasi pada poin 1, maka dari perusahaan yang membutuhkan banyak tenaga kerja, akan menarik banyak tenaga kerja yang bekerja di perusahaan untuk memenuhi kebutuhan dari perusahaan. Sehingga, pemasukan perusahaan naik, dan dapat meningkatkan pendapatan dari perusahaan, yang selanjutnya berimbas kepada pekerjanya. Apabila pekerja menaikkan kualitas kerjanya, akan menaikkan pula permintaan sehingga naik pula pendapatan per kapita.

3.1.3. Struktur Ekonomi[19]

Pembangunan ekonomi berkaitan dengan struktur ekonomi. Alasan struktur ekonomi sebagai salah satu indikator keberhasilan pembangunan ekonomi  adalah dengan berkembangnya pembangunan ekonomi maka akan berkembang pula struktur ekonomi. Struktur disini diartikan sebagai suatu pola perubahan yang menuju ke peningkatan. Contohnya dahulu kita berada pada sector pertanian, kemudian seiring dengan bertumbuhnya ekonomi sektor pertanian digantikan dengan sector industry. Maka struktur ekonomi akan berubah seiring dengan bertumbuhnya ekonomi.

3.1.4. Angka Tabungan

Angka tabungan ini berhubungan dengan strktur ekonomi. Alasan angka tabungan sebagai salah satu indikator keberhasilan pembangunan ekonomi adalah bermual adari perubahan struktur ekonomi. Perubahan yang dimaksud adalah ketika sector pertanian beralih ke sector perindustrian maka tingkat produktifitas akan meningkat dan output yang dihasilkan juga akan naik, maka tabungan adalah modal dalam sebuah perekonomian, semakin banyak angka tabungan yang dimilki dalam perubahan struktur ekonomi maka dapat disimpulkan bahwa perekonomian semakin berkembang.

3.1.5. Indeks Kualitas Hidup

Secara umum kita mengetahui bahwa indeks kualitas hidup dibagi menjadi tiga bagian, yaitu angka rata-rata harapan hidup. Angka kematian bayi dan angka melek huruf. Alasan indeks kualitas hidup  sebagai salah satu indikator keberhasilan pembangunan ekonomi adalah semakin baik indeks kualitas hidup maka semakin bagus pembanguanan ekonomi yang dilkasanakan. Pertama dari angka rata-rata harapan hidup, apabila negara dalam keadaaan pembanguan  ekonomi yang baik maka angka rata-rata harapan hidup semakin meningkat dilihat dari pemenuhan kebutuhan makanan kepada masyarakat merata, karena mereka dapat memnuhi kebutuhan hidup mereka sendiri sehingga tidak ada kata tentang kekurangan makanan., selain itu apabila sakit mereka terjangkau dalam pemenuhan kebutuhan obat-obatan ataupun akses kesehatan. Kedua adalah angka kematian bayi, pembnagunna ekonomi yang baik adalah ketika angka kematian bayi menurun. Hal ini dibuktikan dengan terpenuhinya gizi, nutrisi, serta pelayanan kesehatan yang memadai mulai  ibu hamil hingga bayi yang dilahirkan. Dan yang ketiga adalah semakin baik suatu pembangunan ekonomi adalah ketika angka melek huruf semakin meningkat karena itu menandakan fasilitas untuk memefasilitasi warga yang melek huruf semakin banyak dan memudahkan merak untuk melakukan komunikasi yang baik dengan adanya melek huruf terseut, sehingga masyarakat dapat memahami perkembangan dari suatu Negara.

3.1.6. Indeks Pembangunan Nasional

Alasan Indeks Pembangunan Nasional sebagai salah satu indikator keberhasilan pembangunan ekonomi adalah indeks inilah yang nantinya akan membandingkan indeks kualiitas hidup dari suatu negara. Dari adanya indeks pembangunan nasional ini kita nanti akan mengetahui perkembangan pembangunan ekonomi kita berada dimana. Nantinya dari indeks pembangunan nasional ini dapat menjadi tolak ukur sudah sampai mana negara kita sekarang.

3.1.7. Pendidikan[20]

Pendidikan merupakan salah satu indicator pembangunan ekonomi karena kita bisa melihat suatu negara memilki pembangunanan ekonomi yang maju apabila tingkat pendidikan tinggi, yang dimaksud adalah dilihat dari angka melek huruf masyarakat disuatu negara, semakin banyak orang yang melek huruf dalam suatu negara menandakan bahwa pembangunan ekonominya bagus. Bukan hanya dilihat dari angka melek hurufnya saja namun juga dari tingkat partisipasi masyarakat akan pentingnya pendidikan.

3.1.8. Kesehatan[21]

Kesehatan juga turut berpengaruh, semakin lengkap fasilitas kesehatan yang ada, semakin mudah akses kesahtan yang ada akan mengakibatkan angka harapan hidup yang tinggi termasuk pelayanan KB (keluarga berencana), sehingga kesehatan menjadi alasan dijadikan indicator keberhasilan.

3.1.9. Tempat tinggal[22]

Indikator selanjutnya adalah temapat tinggal, temapat tingal yang dimaksud adalah tempat tinggal yang mendapat fasilitas air , sarana sanitasi dan listrik yang memadai, dan memiliki kualitas tempat tinggal yang layak huni, yang menunjukkan tingkat kesejahteraan masyarakat.

3.1.10. Kriminalitas[23]

Apabila suatu negara memiliki tingkat kesejahteraan yang tinggi, maka berkuranglah tingkat kriminalitas, karena masyarakat sudah meampu memenuhi kebutuhan mereka sendiri.

3.1.11. Akses Media

Yang terakhir adalah akses media yang sampai menuju tempat yang tak terjangkau menandakan bahwa tingkat pembangunan ekonomi yang baik.



Itulah beberapa indikator yang menjadi ukuran atau standart suatu pembangunan ekonomi sedang berlangsung. Semua indikator terpadu dalam sebuah siklus dimana semua saling mempengaruhi. Demikianlah penjelasan mengenai indikator-indikator pembangunan ekonomi.























BAB IV

PENUTUP

4.1. Kesimpulan

Menurut pengertiannya, pembangunan ekonomi merupakan upaya yang dilakukan oleh suatu negara dengan tujuan mengembangkan kegiatan ekonomi.  Keberhasilan pembangunan suatu negara terletak pada pelaku utama atau subjek dari aktivitas pembangunan ekonomi itu sendiri. Pelaku utama tersebut yaitu masyarakat. Keberhasilan pembangunan ekonomi akan berakibat pada kesejahteraan masyarakat di dalam suatu negara karena dengan adanya pembangunan ekonomi, kekayaan negara dan masyarakat akan meningkat. Ada beberapa faktor yang sangat menentukan keberhasilan pembangunan, yaitu Sumber daya alam,Manusia,Teknologi,social,modal,produksi,politik dll. Sedangkan indikator keberhasilan pembangunan seperti Baiknya tingkat infrastruktur,manusia,kesehatan, pendidikan,tempat tinggal, pendapatan per kapita dan kurangnya tingkat criminal dan pengangguran di Negara yang tingkat pembangunanya tinggi.

4.2. Saran

4.3. Literatur



[1] Arsyad Lincoln, Ekonomi Pembangunan, Yogyakarta, FE UGM, UPP STIM YKPN, 2017,  Cetakan Ke 5, hal.1
[2] http://www.pustakapelajar.com/2016/01/indikator-keberhasilan-pembangunan.html
[3] http://ppmkp.bppsdmp.pertanian.go.id/artikel/artikel-manajemen/indikator-keberhasilan-pembangunan
[4] Bell, Clive (1987). "development economics," The New Palgrave: A Dictionary of Economics, v. 1, pp. 818, 825
[5] Arndt, H.W. (1981). "Economic Development: A Semantic History," Economic Development and Cultural Change, 29(3), p p. 457–66. Chicago: The Chicago University Press.
[6] Bell, Clive (1987). "development economics," The New Palgrave: A Dictionary of Economics, v. 1, pp., 825
[7] Dwi Susilowati, Bab iv Indikator Pembangunan Ekonomi dalam BAB-IV.PDF
[8] Irawan,Suparmoko, Ekonomika Pembangunan,FE UGGM, Yogyakarta,2016 edisi ke enam Hal.159
[9] Arsyad Lincoln, Ekonomi Pembangunan, Yogyakarta, FE UGM, UPP STIM YKPN, 2017,  Cetakan Ke 5, hal.485

[10] Irawan,Suparmoko, Ekonomika Pembangunan,FE UGGM, Yogyakarta,2016 edisi ke enam Hal.195
[11] Arsyad Lincoln, Ekonomi Pembangunan, Yogyakarta, FE UGM, UPP STIM YKPN, 2017,  Cetakan Ke 5, hal.331

[12] Sukirno Sadono,Makro Ekonomi,Rajawali Pers, Jakarta,2016,Edisi ketiga,hal.33
[13] Arsyad Lincoln, Ekonomi Pembangunan, Yogyakarta, FE UGM, UPP STIM YKPN, 2017,  Cetakan Ke 5, hal.42
[14] Irawan,Suparmoko, Ekonomika Pembangunan,FE UGGM, Yogyakarta,2016 edisi ke enam Hal.299
[15] https://www.kontras.org/data/BAB%20II%2013%20-%2031%20rev.pdf
[16] https://dosenekonomi.com/ilmu-ekonomi/ekonomi-makro/indikator-pembangunan-ekonomi
[17] Sukirno Sadono,Makro Ekonomi,Rajawali Pers, Jakarta,2016,Edisi ketiga,hal.441
[18] Arsyad Lincoln, Ekonomi Pembangunan, Yogyakarta, FE UGM, UPP STIM YKPN, 2017,  Cetakan Ke 5, hal.32
[19] Arsyad Lincoln, Ekonomi Pembangunan, Yogyakarta, FE UGM, UPP STIM YKPN, 2017,  Cetakan Ke 5, hal.36
[20] Arsyad Lincoln, Ekonomi Pembangunan, Yogyakarta, FE UGM, UPP STIM YKPN, 2017,  Cetakan Ke 5, hal.44
[21] Arsyad Lincoln, Ekonomi Pembangunan, Yogyakarta, FE UGM, UPP STIM YKPN, 2017,  Cetakan Ke 5, hal.46
[22] Ibid. 46
[23] Sukirno Sadono,Makro Ekonomi,Rajawali Pers, Jakarta,2016,Edisi ketiga,hal.331

Tugas EP EKIS 4 SIMAN

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MASJID & MAKAM KUNCEN dan Sejarah Madiun dari Masa Mataram

Masjid dan Pondok di Josari yang menjadi tempat bersejarah

Masjid yang lebih tua dari Masjid Jami' Tegalsari ada disini . .