Analisis Pengaruh Perdagangan Internasional (Ekspor dan Impor) Terhadap Gross Domestic Product (GDP) Indonesia (Priode 2013-2018) Irwansyah, Abdullah Nur Adib, Muhammad Agus Waskito

Analisis Pengaruh Perdagangan Internasional (Ekspor dan Impor) Terhadap Gross Domestic Product (GDP) Indonesia (Priode 2013-2018)
Irwansyah, Abdullah Nur Adib, Muhammad Agus Waskito
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perdagangan internasional dan juga ekspor terhadap gross domestic product (GDP) Indonesia priode 2013-2018. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Data yang digunakan berupa data sekunder dari tahun 2013-2018. Teknik analisis data menggunakan analisis data time series dengan model ECM (Error Correction Model). Hasil penelitian sementara menunjukkan bahwa adanya pengaruh positif terhadap perdagangan internasional (Ekspor dan Impor) terhadap gross domestic product (GDP) indonesia.
Keyword: Perdagangan internasional, GDP
Abstract
This study aims to determine the effect of international trade and also exports on Indonesia's gross domestic product (GDP) period 2013-2018. This study uses a quantitative approach. Data used in the form of secondary data from 2013-2018. The data analysis technique uses time series data analysis with the ECM model (Error Correction Model). The results of the interim research indicate that there is a positive influence on international trade (exports and import) on Indonesia's gross domestic product (GDP).
Keyword: Internasional trade, GDP
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pertumbuhan ekonomi adalah salah satu indikator yang sangat penting yang dapat digunakan dalam menganalisis pembangunan ekonomi yang telah berjalan di suatu negara. Tumbuhnya ekonomi di suatu negara menunjukan sejauh mana aktivitas ekonomi berjalan serta menghasilkan peningkatan pendapatan masyarakat pada priode tertentu, yang dapat diukur dengan Gross Domestic Product (GDP) pada priode tertentu. Dapat disimpulkan apabila Gross Domestic Product (GDP) pada suatu tahun itu meningkat maka suatu negara dinyatakan mengalami pertumbuhan ekonomi.
Salah satu indikator dari pertumbuhan ekonomi suatu negara adalah kemajuan perdagangan internasional di suatu negara, menurut Salvatore (2007) perdagang internasional adalah suatu mesin penggerak perekonomian nasional yang cukup berpengaruh besar bagi meningkatnya Gross Domestic Product (GDP) pada suatu negara pada suatu preode tertentu. Salah satu aktivitas perekonomian yang tidak dapat lepas dari perdagangan Internasional adalah aliran modal dalam perdagangan baik yang sifatnya masuk maupun yang sifatnya keluar dari suatu negara.
Ketika terjadi sebuah perdagangan yang berupa kegiatan ekpor dan impor maka bisa dikatkan terjadi sebuah perpindahan faktor-faktor produksi dari negara eksportir ke negara importir yang di sebabkan adanya perbedaan biaya yang ada di dalam sistem perdagangan nasional, ekspor adalah salah mesin penggerak yang bersifat psitif yang sangat berperan penting terhadap peningkatan pertumbuhan ekonomi Indonesia, dan apabila pertumbuhan ekonomi meningkat maka Gross Domestic Product (GDP) pun juga akan mengalami peningkatan.
Indonesia sebagai negara yang sedang berkembang sampai saat ini belum mampu memenuhi kebutuhan dalam negerinya sendiri. Demi memajukan tingkat kesejahteraan penduduk, Indonesia ingin mencoba membangun bangsanya sebagai bangsa yang mandiri, tanpa bantuan dari negara lain, namun ternyata Indonesia sulit untuk terus bertahan di tengah derasnya arus globalisasi yang terus berkembang dengan cepat. Dalam kondisi seperti ini, Indonesia akhirnya terpaksa harus mengikuti arus tersebut, yaitu mencoba membuka diri dengan menjalin kerja sama dengan negara lain seperti melakukan perdagangan internasional dan menerima bantuan utang luar negeri, demi terlaksananya pembangunan nasional terutama dari sendi perekonomian nasionalnya.
B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana pengaruh perdagangan internasional terhadap Gross Domestic Product (GDP) Indonesia tahun 2013-2018 ?
C. Tujuan Penelitian
1. Untuk mengetahui pengaruh perdagangan internasional terhadap Gross Domestic Product (GDP) Indonesia tahun 2013-2018.
D. Literature Riview
 Ria Yani Fatmawati, jurnal Jeps Vol 7 no. 1, 2015, Analisis Pengaruh Perdagangan Internasional dan Utang Luar Negeri Terhadap Gross Domestic Product Indonesia (Periode 1990 – 2010). Hasil : Berdasarkan ECM, diketahui bahwa ekspor berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap PDB baik jangka panjang atau pendek, impor berdampak negatif dan signifikan terhadap PDB baik jangka panjang atau jangka pendek dan utang luar negeri berpengaruh tidak signifikan terhadap PDB dalam jangka pendek. namun dalam jangka panjang itu berdampak negatif dan signifikan terhadap PDB.
Sulthon Sjahril Sabaruddin, dalam judul penelitiannya “Dampak Perdagangan Internasional Indonesia Terhadap Kesejahteraan Masyarakat: Aplikasi Structual Path Analysis”. Dalam studi ini akan memanfaatkan dua perangkat analisis yaitu Sistem Neraca Sosial Ekonomi 2008 (SNSE 2008) Indonesia dan Structural Path Analysis (SPA). Adapun pemanfaatan SNSE 2008 dikarenakan belum adanya SNSE terbaru yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik. Sistem Neraca Sosial Ekonomi atau Social Accounting Matrix (SAM) merupakan suatu sistem kerangka data yang disajikan dalam bentuk matriks, yang memberikan gambaran mengenai kondisi ekonomi dan sosial masyarakat dan keterkaitan antara keduanya secara komprehensif, konsisten dan terintegrasi (Badan Pusat Statistik, 2010). Paper ini mengevaluasi dampak perdagangan internasional Indonesia terhadap kesejahteraan masyarakat, dengan memanfaatkan dua perangkat analisa yaitu Sistem Neraca Sosial Ekonomi 2008 (SNSE 2008) dan Structural Path Analysis (SPA). Pada sisi ekspor, hasil simulasi menunjukkan bahwa untuk kelompok komoditi Pertanian, ekspor ke luar negeri mempengaruhi kesejahteraan masyarakatlebih melalui jalur tenaga kerja. Dari sisi impor, dampak terhadap tingkat kesejahteraan masyarakat disalurkan melalui dua jalur utama yakni jalur produksi dan jalur penerimaan pajak.
BAB II
PEMBAHASAN
E. Landasan Teori
Perdagangan Internasional adalah perdagangan yang dilakukan oleh penduduk suatu negara dengan penduduk negara lain atas dasar kesepakatan bersama. Penduduk yang dimaksud dapat berupa antarperorangan (individu dengan individu), antara individu dengan pemerintah suatu negara atau pemerintah suatu negara dengan pemerintah negara lain. Di banyak negara, perdagangan internasional menjadi salah satu faktor utama untuk meningkatkan GDP. Meskipun perdagangan internasional telah terjadi selama ribuan tahun (lihat Jalur Sutra, Amber Road), dampaknya terhadap kepentingan ekonomi, sosial, dan politik baru dirasakan beberapa abad belakangan. Perdagangan internasional pun turut mendorong Industrialisasi, kemajuan transportasi, globalisasi, dan kehadiran perusahaan multinasional.
A. Teori Perdagangan Internasional
Menurut Amir M.S., bila dibandingkan dengan pelaksanaan perdagangan di dalam negeri, perdagangan internasional sangatlah rumit dan kompleks. Kerumitan tersebut antara lain disebabkan karena adanya batas-batas politik dan kenegaraan yang dapat menghambat perdagangan, misalnya dengan adanya bea, tarif, atau quota barang impor. Selain itu, kesulitan lainnya timbul karena adanya perbedaan budaya, bahasa, mata uang, taksiran dan timbangan, dan hukum dalam perdagangan.
a. Teori Klasik Dalam Perdagangan Internasional
1) Teori nilai yang digunakan Adam Smith adalah teori biaya produksi, walaupun semula menggunakan teori nilai tenaga kerja. Barang mempunyai nilai guna dan nilai tukar. Ongkos produksi menentukan harga relatif barang, sehingga tercipta dua macam harga, yakni harga alamiah dan harga pasar dalam jangka panjang harga pasar akan cenderung menyamai harga alamiah, dan dengan teori tersebut timbul konsep paradoks tentang nilai.
2) Ricardo adalah seorang Pemikir yang paling menonjol di antara segenap pakar Mazhab Klasik. Ia sangat terkenal karena kecermatan berpikir, metode pendekatannya hampir seluruhnya deduktif. David Ricardo telah mengembangkan pemikiran-pemikiran Adam Smith secara lebih terjabar dan juga lebih sistematis. Dan pendekatannya teoretis deduktif, pemikirannya didasarkan atas hipotesis yang dijadikan kerangka acuannya untuk mengkaji berbagai permasalahan menurut pendekatan logika. Teori yang dikembangkan oleh Ricardo menyangkut empat kelompok permasalahan yaitu: teori tentang distribusi pendapatan sebagai pembagian hasil dari seluruh
produksi dan disajikan sebagai teori upah, teori sewa tanah, teori bunga dan laba, teori tentang nilai dan harga, teori perdagangan internasional dan, teori tentang akumulasi dan perkembangan ekonomi.
 b. Teori Neo-Klasik Dalam PerdaganganInternasional
1) Mazhab neoklasik telah mengubah pandangan tentang ekonomi baik dalam teori maupun dalam metodologinya. Teori nilai tidak lagi didasarkan pada nilai tenaga kerja atau biaya produksi tetapi telah beralih pada kepuasan marjinal (marginal utility). Pendekatan ini merupakan pendekatan yang baru dalam teori ekonomi.
2) Salah satu pendiri mazhab neoklasik yaitu Gossen, dia telah memberikan sumbangan dalam pemikiran ekonomi yang kemudian disebut sebagai Hukum Gossen I dan II. Hukum Gossen I menjelaskan hubungan kuantitas barang yang dikonsumsi dan tingkat kepuasan yang diperoleh, sedangkan Hukum Gossen II, bagaimana konsumen mengalokasikan pendapatannya untuk berbagai jenis barang yang diperlukannya. Selain Gossen, Jevons dan Menger juga mengembangkan teori nilai dari kepuasan marjinal. Jevons berpendapat bahwa perilaku individulah yang berperan dalam menentukan nilai barang. Dan perbedaan preferences yang menimbulkan perbedaan harga. Sedangkan Menger menjelaskan teori nilai dari orde berbagai jenis barang, menurut dia nilai suatu barang ditentukan oleh tingkat kepuasan terendah yang dapat dipenuhinya. Dengan teori orde barang ini maka tercakup sekaligus teori distribusi.
3) Pemikiran yang sangat mengagumkan yang disusun oleh Walras tentang teori keseimbangan umum melalui empat sistem persamaan yang serempak. Dalam sistem itu terjadi keterkaitan antara berbagai aktivitas ekonomi seperti teori produksi, konsumsi dan distribusi. Asumsi yang digunakan Walras adalah persaingan sempurna, jumlah modal, tenaga kerja, dan lahan terbatas, sedangkan teknologi produksi dan selera konsumen tetap. Jika terjadi perubahan pada salah satu asumsi ini maka terjadi perubahan yang berkaitan dengan seluruh aktivitas ekonomi
B. Persamaan Teori Klasik Dan Teori Neo-Klasik Dalam Perdagangan Internasional
 Sebetulnya pandangan ini bersumber pada teori atau sudut pandangan kaum klasik dan neo klasik, yang tidak lain adalah ilmu ekonomi “ liberal “ Filsafat kaum klasik mengenai masyarakat, prinsipil tidak berbeda dengan filsafat mazhab pisiokrat, kaum klasik mendasarkan diri pada tindakan-tindakan rasional, dan bertolak dari suatu metode alamiah. Kaum klasik juga memandang ilmu ekonomi dalam arti luas, dengan perkataan lain secara normatif.
 Politik ekonomi kaum klasik merupakan politik ekonomi laissez faire. Politik ini menunjukkan diri dalam tindakan-tindakan yang dilakukan oleh mazhab klasik, dan dengan keseimbangan yang bersifat otomatis, di mana masyarakat senantiasa secara otomatis akan mencapai keseimbangan pada tingkat full employment.
 Asas pengaturan kehidupam perekonomian didasarkan pada mekanisme pasar. Teori harga merupakan bagian sentral dari mazhab klasik, dan mengajarkan bahwa proses produksi dan pembagian pendapatan ditentukan oleh mekanisme pasar. Dan dengan melalui mekanisme permintaan dan penawaran itu akan menuju kepada suatu keseimbangan (equilibrium). Jadi dalam susunan kehidupan ekonomi yang didasarkan atas milik perseorangan, inisiatif dan perusahaan orang-perorangan.
 Ruang lingkup pemikiran ekonomi klasik meliputi kemerdekaan alamiah, pemikiran pesimistik dan individu serta negara. Landasan kepentingan pribadi dan kemerdekaan alamiah, mengritik pemikiran ekonomi sebelumnya, dan kebebasan individulah yang menjadi inti pengembangan kekayaan bangsa, dengan demikian politik ekonomi klasik pada prinsip laissez faire.
 Pemikiran kaum klasik telah membawa perubahan besar dalam bidang ekonomi. Salah satu hasil pemikiran kaum klasik telah mempelopori pemikiran sistem perekonomian liberal. Dalam pemikiran kaum klasik bahwa perekonomian secara makro akan tumbuh dan berkembang apabila perekonomian diserahkan kepada pasar. Peran pemerintah terbatas kepada masalah penegakan hukum, menjaga keamanan dan pembangunan infrastruktur. Sedangkan Neo-klasik yang percaya bahwa semakin sedikit peranan pemerintah akan semakin baik memberikan teori baru yang menyatakan bahwa perekonomian secara alami akan bergerak kearah full employment dan ekuilibriumnya berada dalam steady state. Peran pemerintah di dalam pembangunan lebih dititikberatkan kepada penertiban APBN, dan pemanfaatan/penggunaan kekuatan pasar. Peran pemerintah dalam pembangunan harus dibatasi dan berorientasi kepada pembangunan infrastruktur, kesehatan dan pendidikan. Campur tangan pemerintah yang
 berkelebihan dalam perencanaan pembangunan dikhawatirkan menimbulkan “Government Failure”, seperti birokrasi yang berkelebihan, KKN, dan lain sebagainya. Membatasi APBN
dapat mengurangi defisit, karena akan menimbulkan ketidakstabilan di dalam ekonomi.
Pemanfaatan kekuatan pasar yaitu mengembangkan pasar yang efisien, bebas dari monopoli, oligopoli, dan eksternal disekonomis. Oleh karena itu kebijakan pemerintah harus bersifat
“Market Friendly”.
B. Kelebihan Teori Klasik Dan Teori Neo-Klasik
 Kelebihan Teori Klasik Dalam Perdagangan Internasional
Adam Smith mengajukan teori perdagangan internasional yang dikenal dengan teori keunggulan absolut. Ia berpendapat bahwa jika suatu negara menghendaki adanya persaingan, perdagangan bebas dan spesialisasi di dalam negeri, maka hal yang sama juga dikehendaki dalam hubungan antar bangsa. Karena hal itu ia mengusulkan bahwa sebaiknya semua negara lebih baik berspesialisasi dalam komoditi-komoditi di mana ia mempunyai keunggulan yang absolut dan mengimpor saja komoditi-komoditi lainnya. Apa yang dimaksud dengan keunggulan yang absolut? Maksudnya begini, jika negara A dapat memproduksi kentang untuk 8 unit per tenaga kerja sedangkan negara B untuk komoditi yang sama hanya dapat memproduksi 4 unit per tenaga kerja, sedangkan untuk komoditi lain misalnya gandum, negara A hanya dapat memproduksi 6 unit per tenaga kerja sedangkan untuk negara B dapat memproduksi 12 unit per tenaga kerja, maka dapat disimpulkan bahwa negara A mempunyai keunggulan absolut dalam produksi kentang dibandingkan dengan negara B, sedangkan negara B dapat dikatakan mempunyai keunggulan absolut dalam produksi gandum dibandingkan negara A. Perdagangan internasional yang saling menguntungkan antara kedua negara tersebut jika negara A mengekspor kentang dan mengimpor gandum dari negara B, dan sebaliknya negara B mengekspor gandum dan mengimpor kentang dari negara A.
Teori perdagangan internasional yang lain diperkenalkan oleh David Ricardo. Teorinya dikenal dengan nama teori keunggulan komparatif. Berbeda dengan teori keunggulan absolut yang mengutamakan keunggulan absolut dalam produksi tertentu yang dimiliki oleh suatu negara dibandingkan dengan negara lain, teori ini berpendapat bahwa perdagangan internasional dapat terjadi walaupun satu negara tidak mempunyai keunggulan absolut, asalkan harga komparatif di kedua negara berbeda. Ricardo berpendapat sebaiknya semua negara lebih baik berspesialisasi dalam komoditi-komoditi di mana ia mempunyai keunggulan komparatif dan mengimpor saja komoditi-komoditi lainnya. Teori ini menekankan bahwa perdagangan internasional dapat saling menguntungkan jika salah satu negara tidak usah memiliki keunggulan absolut atas suatu
komoditi seperti yang diungkapkan oleh Adam Smith, namun cukup memiliki keunggulan komparatif di mana harga untuk suatu komoditi di negara yang satu dengan yang lainnya relatif berbeda.
Kelebihan Teori Neo-Klasik Dalam Perdagangan Internasional Kaum neoklasik mengatakan bahwa baik perdagangan international maupun aliran modal international cenderung untuk meratakan distribusi pendapatan didalam suatu Negara maupun antar Negara.
F. Pengertian Produk Domestik Bruto
Produk Domestik Bruto (PDB) atau Gross Domestic Product (GDP) adalah suatu perhitungan keseluruhan nilai barang dan jasa yang diproduksi suatu negara dalam periode tertentu (biasanya satu tahun) yang digunakan untuk mengukur tingkat kemampuan perekonomian negara. Hasil pengukuran tersebut mencerminkan kinerja ekonomi, sehingga semakin tinggi PDB atau GDB sebuah negara maka semakin baik kinerja ekonomi di negara tersebut.
Di dalam perekonomian suatu negara, barang dan jasa diproduksi bukan saja oleh warga negara atau perusahaan milik negara tetapi juga diproduksi oleh penduduk negara lain atau perusahaan asing. Perusahaan multinasional beroperasi di berbagai negara dan membantu meningkatkan nilai barang dan jasa yang dihasilkan negara tersebut.
Berikut ini beberapa pengertian Produk Domestik Bruto (PDB) atau Gross Domestic Product (GDP) dari beberapa sumber buku:
1. Menurut Mankiw, Produk Domestik Bruto (PDB) adalah jumlah produk barang dan jasa yang dihasilkan suatu negara dalam satu tahun. PDB mengukur nilai total barang dan jasa suatu negara tanpa membedakan kewarganegaraan.
2. Menurut Sadono, Gross Domestic Product (GDP) merupakan nilai keseluruhan semua barang dan jasa yang diproduksi di dalam wilayah tersebut dalam jangka waktu tertentu (biasanya per tahun). PDB menghitung hasil produksi suatu perekonomian tanpa memperhatikan siapa pemilik faktor produksi tersebut.
3. Menurut Prasetyo, Produk Domestik Bruto (PDB) adalah seluruh barang dan jasa yang dihasilkan/diproduksi oleh seluruh warga masyarakat pada suatu wilayah negara yang bersangkutan (termasuk produksi warga negara asing di negara tersebut) dalam periode tertentu biasanya dalam satu tahun.
4. Menurut McEachern, Produk domestik bruto (PDB) artinya mengukur nilai pasar dari barang dan jasa akhir yang diproduksi oleh sumber daya yang berada dalam suatu negara selama jangka waktu tertentu, biasanya satu tahun. GDP juga dapat digunakan untuk mempelajari perekonomian dari waktu ke waktu atau untuk membandingkan beberapa perekonomian pada suatu saat.
5. Menurut Herlambang dkk, Gross Domestic Product (GDP) adalah total pendapatan yang dihasilkan didalam suatu negara, termasuk pendapatan orang asing yang bekerja di dalam suatu negara. GDP mengukur nilai barang dan jasa yang di produksi di suatu wilayah negara (domestik) tanpa membedakan kepemilikan/ kewarganegaraan pada suatu periode tertentu.
 Fungsi Produk Domestik Bruto
Berikut ini beberapa fungsi digunakannya Produk Domestik Bruto (PDB) sebagai indikator pengukuran pertumbuhan ekonomi, yaitu sebagai berikut:
1. PDB dihitung berdasarkan jumlah nilai tambah (value added) yang dihasilkan seluruh aktivitas produksi di dalam perekonomian. Hal ini, peningkatan PDB mencerminkan peningkatan balas jasa kepada faktor produksi yang digunakanalam proses produksi.
2. PDB dihitung atas dasar konsep siklus aliran (circulair flow concept). Artinya, perhitungan PDB mencakup nilai produk yang dihasilkan pada suatu periode tertentu. Perhitungan ini tidak mencangkup perhitungan pada periode sebelumnya. Pemanfaatan konsep aliran dalam menghitung PDB memungkinkan seseorang untuk membandingkan jumlah output pada tahun ini dengan tahun sebelumnya.
3. Batas wilayah perhitungan PDB adalah Negara (perekonomian domestik). Hal ini memungkinkan untuk mengukur sampai sejauh mana kebijakan ekonomi yang diterapkan pemerintah maupun mendorong aktivitas perekonomian domestik.
 Jenis-jenis Produk Domestik Bruto
Menurut McEachern, terdapat dua jenis PDB atau GDP, yaitu sebagai berikut :
1. GDP riil/harga tetap, yaitu nilai harga barang dan jasa yang diproduksi suatu negara dalam waktu tertentu dan dinilai berdasarkan harga yang berlaku pada satu waktu yang telah ditentukan.
2. GDP nominal/harga berlaku, yaitu nilai harga barang dan jasa yang diproduksi suatu negara dalam waktu tertentu dan dinilai berdasarkan harga yang berlaku pada waktu saat dilakukan penilaian.
 Pendekatan Perhitungan Produk Domestik Bruto
Menurut Case dan Fair, untuk menghitung Pendapatan Domestik Bruto (PDB) dapat dilakukan dengan pendekatan sebagai berikut :
1. Pendekatan Pendapatan
Pendekatan pendapatan adalah suatu metode menghitung Pendapatan Domestik Bruto (PDB) yang mengukur pendapatan seperti upah, sewa, bunga, dan laba yang diterima oleh semua faktor produksi dalam memproduksi barang akhir.
Pendekatan pendapatan dirumuskan sebagai berikut:
GDP = pendapatan nasional + depresiasi + (pajak tidak langsung - subsidi) + pembayaran faktor netto kepada luar negeri
Terdapat empat komponen pendekatan pendapatan, yaitu:
1. Pendapatan nasional adalah pendapatan total yang diterima oleh faktor-faktor produksi yang dimiliki oleh warga negara suatu negara. Pendapatan nasional terdiri dari kompensasi karyawan, pendapatan perusahaan perorangan, laba perusahaan, bunga bersih, dan pendapatan sewa.
2. Depresiasi yang dihitung dari aktiva modal yang aus atau ketinggalan zaman, maka aktiva tersebut mengalami penurunan nilai.
3. Pajak tidak langsung minus subsidi. Pajak tidak langsung meliputi pajak penjualan, bea cukai, dan biaya lisensi. Sedangkan subsidi adalah pembayaran yang dilakukan oleh pemerintah tanpa mendapatkan imbalan barang atau jasa.
4. Pembayaran faktor neto untuk luar negeri sama dengan pembayaran pendapatan faktor (pendapatan atas faktor produksi) untuk luar negeri dikurangi penerimaan pendapatan faktor dari luar negeri.
2. Pendekatan Pengeluaran
Pendekatan pengeluaran adalah suatu metode menghitung Pendapatan Domestik Bruto (PDB) yang mengukur jumlah yang dikeluarkan pada semua barang akhir selama satu periode tertentu.
Pendekatan pengeluaran dirumuskan sebagai berikut:
GDP = C + I + G + (EX - IM)
Keterangan:
C: konsumsi
I: investasi
G: konsumsi dan investasi pemerintah
EX: ekspor
IM: impor
Terdapat empat komponen pendekatan pengeluaran, yaitu sebagai berikut:
1. Konsumsi yang dimasukkan dalam perhitungan Gross Domestic Product (GDP) adalah bentuk pengeluaran konsumsi pribadi dan rumah tangga. Ada tiga kategori utama pengeluaran konsumen yaitu barang yang tahan lama, barang tidak tahan lama, dan jasa.
2. Investasi yang dilakukan oleh perusahaan atau rumah tangga untuk modal baru yang meliputi pabrik, peralatan, persediaan dan struktur perumahan baru.
3. Konsumsi dan investasi pemerintah mencakup pengeluaran pemerintah federal, negara bagian, dan pemerintah lokal untuk membeli barang-barang akhir dan jasa.
4. Ekspor Neto adalah selisih antara ekspor dan impor. Alasan memasukkan ekspor netto adalah karena Gross Domestic Product (GDP) hanya menghitung barang dan jasa domestik.
3. Pendekatan Produksi
Pendekatan Produksi adalah metode menghitung Pendapatan Domestik Bruto (PDB) yang mengukur nilai produksi yang diciptakan oleh faktor produksi yang ada di suatu negara tanpa membedakan apakah faktor produksi itu milik orang luar negeri atau warga negara itu sendiri.
Pendekatan produksi dirumuskan sebagai berikut:
GDP = Sewa + Upah + Bunga + Laba
G. Analisis Data
DATA PRODUK DOMESTIK BRUTO TAHUN 2013-2018
Tahun Harga Konstan (Rp.) Tahun Dasar 2010 Harga Berlaku (Rp.)
 PDB (Milyar) Perubahan (%) PDB (Milyar) Perubahan (%)
2018 10.425.316,30 5,17 14.837.357,50 9,2
2017 9.912.703,60 5,07 13.587.212,60 9,56
2016 9.434.613,40 5,03 12.401.728,50 7,59
2015 8.982.517,10 4,88 11.526.332,80 9,05
2014 8.564.866,60 5,01 10.569.705,30 10,72
2013 8.156.497,80 5,56 9.546.134,00 10,8
Data di atas menunjukan bahwa produk domestik bruto Indonesia setiap tahun menunjukan peningkatan yang itu sangatlah berpengaruh terhadap perkembangan ekonomi indonesia. Dan berdasarkan data di atsa bisa di ambil kesimpulan bahwa perdagangan Internasional yang memiliki 2 Variable yaitu Ekspor dan Impor memiliki dampak yang positif dan signifikan bagi peningkatan Gross Domestic Product (GDP) Indonesia. Sehingga bisa dikatakan pada tahun 2013-2018 Mengalami peningkatan Gross Domestic Product (GDP).
BAB III
PENUTUP
H. Kesimpulan
Salah satu indikator dari pertumbuhan ekonomi suatu negara adalah kemajuan perdagangan internasional di suatu negara, perdagang internasional adalah suatu mesin penggerak perekonomian nasional yang cukup berpengaruh besar bagi meningkatnya Gross Domestic Product (GDP) pada suatu negara pada suatu preode tertentu. Penilitian di atas menunjukan bahwa perdagangan Internasional yang memiliki 2 Variable yaitu Ekspor dan Impor memiliki dampak yang positif dan signifikan bagi meningkatnya Gross Domestic Product (GDP) Indonesia, meningkatnya Gross Domestic Product (GDP) maka bisa disimpulkan bahwa pertumbuhan ekonomi indonesia bisa dikatakan behasil dan meningkat pada priode 2013-2018
DAFTAR PUSTAKA
Ibrahim Ali, Ekonomi Makro, Edisi Pertama, Prenadamedia Group, Jakarta, 2016.
Mahasiswa Ekonomi Islam Semester 5, Ekonomi Internasional 2, Unida Gontor Press, Ponorogo, 2018.
Mankiw, N. Gregory, Makro Ekonomi, Jakarta, Erlangga, 2007.
Sukirno Sadono, Makro Ekonomi, Raja Grasindo Perseda, Jakarta, 2010.
Prasetyo, Eko.. Fundamental Makro Ekonomi. Yogyakarta: Beta Ofset. 2011.
McEachern, William.. Ekonomi Makro: Pendekatan Kontemporer. Jakarta: Salemba Empat, 2000.
Herlambang, Tedy, dkk.. Ekonomi Makro: Teori, Analisis dan Kebijakan. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2001.
McEachern, William, Ekonomi Makro: Pendekatan Kontemporer, Jakarta, Salemba Empat, 2000.
Case Karl E dan Fair, Ray C, Prinsip-prinsip Ekonomi, Jakarta: Erlangga, 2008.
Ria Yani Fatmawati, Analisis Pengaruh Perdagangan Internasional dan Utang Luar Negeri Terhadap
Sulthon Sjahril Sabaruddin, “Dampak Perdagangan Internasional Indonesia Terhadap Kesejahteraan Masyarakat: Aplikasi Structual Path Analysis”. Buletin Ekonomi Moneter dan Perbankan, Volume 17, Nomor 4, April 2015.
Salvatore, Dominick. 2004. Ekonomi Internasional, Terjemahan: Haris Munandar. Jakarta: Erlangga.
Todaro, Michael P, alih bahasa oleh Haris Minandar, 2000. Pembangunan Ekonomi di Dunia Ketiga 2, Jakarta: Penerbit Erlangga.
Mankiw,G. 2006. Teori Makroekonomi. Edisi ke-4. Imam Nurmawan [Penerjemah]. Erlangga, Jakarta

Komentar